1. Arti dan Nilai dari Ilmu Watak / Karakterologi.
Karakterologi
atau ilmu/ajaran mengenai watak, yang selama periode 10 tahun terakhir ini
semakin berkembang dengan pesatnya. Hal ini disebabkan, karena pengetahuan yang
berusia sangat muda tersebut di samping memiliki nilai-nilai teoritis, juga
mempunyai nilai praktis yang besar sekali bagi kehidupan sehari-hari. Perisiwa
ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Setiap relasi sosial (perjumpaan,
kontak, konvensi sosial, kesatuan, dan seterusnya) sedikit atau banyak secara praktis pasti menuntut penggunaan
pengetahuan mengenai karakter, untuk mendapatkan: kerja-sama yang baik, memperoleh saling pengertian dan mendapatkan resonansi-psikis (gema jawaban psikis) yang baik.
b.
Khususnya para pedagog, dokter-dokter, ahli hukum, jaksa dan hakim, para pemimpin agama dan manajer-manajer perusahaan yang erat berkaitan dengan kelompok dan individu-individu yang harus "dibimbingnya", memerlukan pengetahuan mengenai karakter manusia. Tersistimewa psikologis praktis sangat
memerlukan petunjuk-petunjuk yang bisa diberikan oleh
karakterologi. Misalnya
psikologi-psikologi pedagogis, medis, kriminal, pastoral dan psiko-teknik memerlukan
sekali petunjuk dan pengarahan
yang bisa disumbangkan oleh karakterologi
Oleh karena karakterolog
itu merupakan djsiplin ilmu yang masih sangat muda, maka dalam terrninoloqinva bahyak terdapat perbedaan
atau ketidaksamaan dalarn pengungkapan istilah. Istilah
"temperamen dan karakter" misalnya, sering
ditafsirkan oleh beberapa .karakterolog (ahli mengenai
watak) secara berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh adanya
perbedaan-perbedaan dalarn pendirian dan titik tolak berpikir mereka. Misalnya saja,
seorang biolog akan menafsirkan "karakter" secara berbeda jika
dibandingkan dengan penafsiran seorang psikiater.
2. Sejarah Karakterologi.
Sepanjang sejarahnya, orang mengadakan
pembagian nengenai aspek-aspek karakter menurut dua cara, yaitu :
I.
Tipologi Berdasarkan Relasi Akrab
antara Sifat-Sifat Psikis dan Fisis.
A.
Ajaran Temperamen (pembagian fisiologis) dipelopori oleh Hippokrates (±
400 sebelum M) dan Galenus
(± 175 sesudah M).
Pembagian fisiologis
ini disebabkan oleh pengaruh carnpuran dari macam-macam cairan yang ada di badan rnanusia, yang mempunyai efek pengaruh terhadap kepribadian. Orang membedakan empat cairan badan. Berkuasa atau dominasinya salah
satu dari
keempat cairan
tersebut berpengaruh besar terhedap
konstitusi psikis manusia. Sehubunqan derrqan
ini sampailah orang pada empat tipe, yaitu :
- Sanguinikus : dominasi dari darah merah (sanguis). Orangnya bersifat gembira, lincah rencah.
- Flegmattikus : dominasi dari lendir putih (flegma). Individunya bersifat tenang, tidak mudah bergerak
- Kholerikus : dominasi dari .ernpedu kuning (chole). Orangnya bersifat garang, hebat, bengis, mudah marah
- Melankholiku : dominasi dari empedu hitam (melanchole). Orangnya bersifat pesimistis, bengis, muram.
(
Tipe temperamen dari Galenius )
Dikemudian
harinya, tipologi ini dikembangkah
secara murni . psikolagis. Khususnya orang menitikberatkan
masalah emosionalitas, yaitu mencakup kekuatan dan lama berlangsungnya perasaan-perasaan.
Sarjana Kant kemudian mengoper pembagian ini. Aspekaspek jasrnaniahnva dikaitkan dengan keadaan darah; sedang aspek psikisnya
dikaitkan dengan emosionalitas (bersifat psikis/jiwani) dan aktifitas (bersifat jasmani). Kemudian sarjana Wundt juga mengoper pembagian tersebut di atas, dan mendasarkannya
pada unsur
(1) emasionalitas dan
(2) pengaruh dari emosi-emosi.
B.
Physiognomy, Phrenology dan
Graphology
Ketiganya
berkembang pada abad ke-18. Ketiga ajaran ini mengemukakan adanya relasi yang akrab
di antara
ciri-ciri jasrnaniah dengan ciri rohaniah
(jiwani, psikis). Walaupun ajaran ini tidak mengemukakan tipologi tertentu, namun ketiga-tiganya menyajikan banyak material yang berguna bagi karakterologi.
Fisiognomi/physiognomy atau ilmu wajah. Bentuk dan penarnpilan wajah seseorang itu rnerefleksikan ciri-ciri tertentu. Sarjana Lavater mengernukakan, bahwa dahi dan kening (alis mata) itu memberikan indikasi-indikasi tertentu mengenai inteligensi atau akal budi seseorang. Hidung dan pipi mencerminkan kehidupan moral dan Kehidupan emosional. Mulut dan dagu merefleksikan kehidupan animal. Sedang mata merupakan cermin dari segenap kehidupan psikis seseorang. Karya Lavater ini lebih banyak didasarkan pada intuisi daripada penelitian eksperimental.
Frenologi/phrenology disebut pula sebagai ajaran untuk mengetahui sifat-sifat psikis seseorang dengan melihat bentuk kepalanya. Ilmu ini antara lain dikembangkan oleh F.J. Gall. Karena sifatnya kurang ilmiah, ilmu tersebut kurang bisa berkernbanq pada saat ini.
Grafologi/graphology ialah ilmu tulisen tangan. Dengan melihat tulisan seseorang, kita berusaha mempelajari sifat-sifat dan karakternya. llmu ini antara lain dikembangkan oleh Lavater dan L. Klages.
II.
Tipologi Khusus Berdasarkan Ciri-Ciri
Psikis
A.
Tipologi Plato ( ± 400 s.M).
Plato membedakan tiga "bagian" dari jiwa manusia, yaitu:
a.
Akal budi/pikiran, berlokasi di kepala; "bagian" ini dikaitkan dengan kebijaksanaan atau kearifan.
b.
Kernauan/kehendak, berlokasi di dada; dikaitkan dengan keberanian.
c.
Nafsu/gairah, berlokasi di tubuh bagian bawah; dikaitkan dengan penguasaan diri.
Maka harmoni dari ketiga "bagian" dan ketiga kebajikan ini menjuruskan manusia kepada Kebenaran-keadilan.
Pembagian dari Plato ini bisa kita sebutkan sebagai tipologi, karena adanya dominasi dan akal, kemauan atau nafsu. Munculah pembagian karakter manusia atas dasar psikologis, yaitu sebagai berikut :
Tipe karakter
|
Kedudukan
|
1. Tipe berakal budi
|
Para penguasa dan
para bupati.
|
2. Tipe kemauan
|
Penqawal dan pegawai negeri.
|
3. Tipe nafsu/karsa.
|
Pekerja, buruh.
|
B.
Tipologi dari Queyrat
Dalarn bukunya "Les caracteres et I'education morale"
(Karakter dan pendidikan moral), sarjana Perancis ini mernbuat pembagian karakter berdasarkan tiga aspek dari kehidupan psikis, yaitu:
(a) segi
kognitif atau pengenalan;
(b) segi
emosiona/ atau perasaan,
(c) segi konatif atau kemauan.
Jadi pembagian tipe karakter menurut Oueyrat adalah sebagai berikut :
1)
Manusia akal budi/pikir : dominasi dari un sur kognitif atau akal budi.
2)
Manusia perasaan : dominasi dari perasaan.
3)
Manusia kemauan : dominasi dari kemauan, rnanusia suka aktif bertindak.
Pembagian tersebut di atas menjadi semakin kompleks, karena Oueyrat membaginya lagi sebagai berikut :
1)
Ada tiga kelompok, di dalam mana dua fungsi berkuasa secara berbareng, yaitu: akal + perasaan; akal + perbuatan; perasaan + perbuatan.
2)
Tiga kelompok, di dalam mana ketiga-tiga fungsinya berkuasa, yaitu: ketiga-tiganya kuat dominan, ketiga-tiganya sedang sifatnya; dan ketiga-tiganya lemah sifatnya.
3) Tiga kelompok, di dalam mana ketiga fungsi tersebut di atas tampil secara tidak teratur.
3.
Pengaruh Psikologi-Totalitas dan Psikiatri Kepada Karakterologi
Berbeda dengan psikologi kuno yang disebut sebagai psikologi elemen (karena melihat kehidupan psikis manusia seagai elernen-elernen yang berfungsi
secara otonom terlepas satu sama lain). maka psikologi totalitas yang modern memandang jiwa manusia itu sebagai totalitas. Dan kehidupan psikis itu tidak merupakan penjumlahan dari sekumpulan bagian-bagian yang elementer. Pandangan totalitas ini juga mempengaruhi
karakterologi dan teori kepribadian. Maka kepribadian manusia itu merupakan satu totalitas utuh yang tak bisa dipisah-pisahkan.
Salah satu metode dari psikologi-totalitas juga mempertanyakan masalah nilai-nilai yang dianut oleh pribadi. Sebab, ?fa manusia itu merupakan satu struktur, yaitu satu totalitas yang berart/lbernilai mengarah kepada pelaksanaan-perwujudan dari nilai-nilai. Jadi, jiwa manusia itu merupakan faktor ri satu totalitas-nilai.
Selanjutnya psikiatri, yaitu ajaran mengenai penyakit jiwa dan cara penyernbuhannya, juga memberikan pengaruh yang sangat besar
kepada karakterologi dan teori kepribadian. Dinyatakan, bahwa ciri-ciri khas dari karakter pada penderita-penderita
penyakit jiwa .itu tampak lebih kuat dan lebih menonjol daripada ciri-ciri karakter individu yang normal. Sebabnya ialah: rem-rem psikis (mekanisme pengerem) pada
para pasien sakit jiwa itu tidak ada, hilang, atau harnpir-harnpir tidak berfungsi sama sekali. Hal
ini menyebabkan ciri-ciri khas dari karakter dan sifat-sifatnya itu
tampak lebih jelas, dan lebih diperkuat, lebih spontan, lebih primitif, tanpa kamuflase/samaran, dan lebih asli. Ringkasnya cri-ciri tersebut tampak lebih tegas, lebih menonjol dengan intensitas lebih besar pada para pasien sakit jiwa, jika
dibandingkan dengan ciri-ciri yang terdapat pada orang-orang normal.
Maka informasi-informasi yang diberikan oleh para penderita penyakit jiwa itu bisa memberikan keterangan yang lebih jelas mengenai kondisi
kejiwaan orang normal.
Karena karakter dan kepribadian manusia itu merupakan masalah yang kompleks
sekali, maka pembagian dan pema.haman mengenai kepribadian manusia dilihat dari dua atau tiga cirinya saja, pasti tidak akan memberikan wawasan yang memuaskan. Oleh karena itu. pemahaman karakter manusia itu harus dipelajari dan bermacam-macam titik-pandangan dan teori-teori yang berbeda, sehingga aspek-aspek diferen diferensiasinya akan muncul lebih banyak dan bisa dipelajari dengan lebih cermat.
4.
Karakterologi Baru
Ada perbedaan yang
menyolok di antara psikologi lama/kuno dengan psikologi-totalitas yang modern. Psikologi modern menganggap jiwa itu sebagai satu totalitas. Jadi, kehidupan jiwani itu bukan merupakan penjumlahan dari sekian banyaknya
bagian-bagian elementer. Pertentangan semacam ini juga terdapat dalam kerekteroloqi, yaitu ajaran atau ilmu yang mempelajari karakter atau watak
manusia.
Jelas, bahwa karakter manusia itu harus dilihat sebagai satu kesatuan atau satu totalitas yang tidak bisa dipisah-pisahkan satu sama lain. Maka L. Klages, seorang karakterolog Jerman, dalam bukunya "Grundlagen der Cberekterkunde" menitik beratkan rnasalah kesatuan dari kepribadian
rnanusia. Juga, psikologi totalitas tersebut antara lain mempertanyakan masalah: apakah nilai-nilai yang dianut oleh pribadi tersebut, dan apakah yang
memberikan pengarahan pada dirinya.
Sekali lagi, bagi banyak
karakterologi, azas dasar terpenting dari pembagian karakter manusia itu ialah: hubungan AKU terhadap dunia luar.
Hubungan tersebut menjadi salah satu ciri yang terpenting dari kepribadian manusia.
Sarjana-sarjana C. G. Jung; F. Kunkel, E. Kretschmer dan W. Jaensch, walaupun berangkat dari
pandangan yang berbeda dan menggunakan metode yang bermacam-macam pula, sernuanya memikirkan tipologi-tipologi yang pada targan. Yaitu menyatukan diri dengan dunia dan memisahkan diri dari dunia sekitarnya. Polaritas tadi kita gambarkan dengan skema di bawah ini.
Nama Sarjana
|
Menyatukan diri
dengan dunianya
|
Memisahkan diri
dengan dunianya
|
Jung
|
Tipe ekstrovert
|
Tipe introvert
|
Kunkel
|
Tipe sachlich (mengait urusan dunia, “Zakelijk)
|
Tipe inchafte (pelekatan pada Aku-nya)
|
Kretschemer
|
Tipe cyclothyme (beredar, berputar)
|
Tipe yang schizothyme
|
Jaensch
|
Tipe basedoide
|
Tipe tetanoide
|
Orang berpendapat,
bahwa ciri-ciri pokok dari karakter pada orang-orang yang menderita
penyakit jiwa itu lebih tampak menonjol,
jika dibandingkan dengan ciri-ciri pada orang normal. Pada para penderita penyakit jiwa, rem-rem psikis itu hilang,
sehingga ciri-ciri karakternya tampil lebih menyolok; jadi ada pembesaran ekspresi: Dengan kata lain, sifat-sifatnya tampil lebih jelas, lebih prirnitif, tidak terkamuflase (tanpa tedeng aling-aling) dan dengan intensitas lebih besar. Dengan begitu, ciri dan sifat-sifat yang lebih tampak menonjol itu bisa memberikan keterangan yang lebih jelas mengenai ciri-ciri orang normal.·
Ringkasnya karakterologi, yaitu ilmu yang mempelajari masalah karakter manusia itu mengupas masalah yang sangat kompleks. Sehingga dengan pembagian karakter menurut dua atau tiga
sifat-sifat yang fundamental saja, orang tidak akan mampu membahas totalitas karakter rnanusia. Maka, jika
karakterologi ingin melandaskan diri pada kehidupan nyata, seharusnya juga memperhatikan masalah faset-faset karakter dari bermacam-macam segi pandangan.
Sumbernya tlng dicantumin donkk
BalasHapusCasino Review & Bonus Code for JTG - MissouriHub.com
BalasHapusLearn more about 원주 출장샵 Casino Rewards and find a list of the casinos that 김천 출장안마 offer it! 충주 출장샵 The casino offers the full game library, including video 순천 출장마사지 slots, blackjack, and poker. 태백 출장마사지